Rabu, 06 Juni 2018

Pengaruh Etika Bisnis Terhadap Peningkatan Usaha Mie Ayam


PENGARUH MATA KULIAH ETIKA BISNIS PADA PENJUALAN MIE AYAM DI PELATARAN KAMPUS D

Mata Kuliah Etika Bisnis


Nama   : Andhika Bagus F
NPM   : 10215664
Kelas   : 3EA05


Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma
Jakarta

2018



ABSTRAKSI

Bisnis adalah suatu kegiatan organisasi mencari keuntungan dengan cara menjual barang atau jasa. Barang dan jasa yang dijual haruslah dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, dengan segala aspek yang berkaitan dengan organisasi perusahaan, masyarakat, maupun individu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetaahui pengaruh mata kuliah etika bisnis pada peningkatan usaha mie ayam di pelataran kampus D. Data yang dilakukan adalah data primer yang melakukan wawancara.














BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Dunia bisnis yang tumbuh dengan pesat menjadi tantangan maupun ancaman bagi para pelaku usaha agar dapat memenangakan persaingan dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaannya. Perusahaan yang ingin berkembang dan ingin mendapatkan keunggulan bersaing harus dapat menyedikan produk atau jasa yang berkualitas, harga yang murah dibandingkan pesaing, waktu penyerahan lebih cepat, dan pelayanan yang lebih baik dibandingkan pesaingnya (Margaretha, 2004).

Dalam rangka memenangkan persaingan bisnis, mempertahankan pasar yang dimiliki, dan merebut pasar yang sudah ada, maka perusahaan dituntut untuk mempunyai kemampuan mengadaptasi strategi usahanya dan lingkungan yang terus-menerus berubah.Setiap pelaku bisnis dituntut untuk mempunyai kepekaan terhadap setiap perubahan yang terjadi, serta mampu memenuhi dan menanggapi setiap tuntutan pelanggan yang semakin beraneka-ragam dan terus berubah. Pelaku usaha harus mampu menghasilkan produk yang dapat memainkan emosi pelanggan dan melalui produk tersebut dapat menimbulkan experience bagi pelanggan.

Besarnya peluang bisnis kuliner di Indonesia telah memacu usaha-usaha kuliner berkembang di Indonesia. Munculnya berbagai macam dalam bisnis ini, menunjukkan bisnis ini sangat menguntungkan.Bagaimanapun, usaha kuliner sangat dibutuhkan.Persaingan dalam usaha kuliner sangat ketat, oleh karena itu, persaingan harus dihadapi sebagai motivator untuk meningkatkan kualitas dalam memberikan yang terbaik kepada konsumen.

Etika bisnis memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pelanggan.Etika bisnis memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan.Dalam jangka panjang ikatan seperti ini memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan pelanggan serta kebutuhan mereka.Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan di mana perusahaan memaksimumkan pengalaman pelanggan yang menyenangkan dan meminimumkan pengalaman pelanggan yang kurang menyenangkan. Tujuan suatu bisnis adalah untuk menciptakan para pelanggan merasa puas. Kualitas jasa yang unggul dan konsisten dapat menumbuhkan kepuasan pelanggan dan akan memberikan berbagai manfaat. Kepuasan pelanggan merupakan respons pelanggan terhadap ketidaksesuaian antara tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian.



1.2    Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini apa yang dimaksud dari mata kuliah Etika Bisnis dan bagaimana pengaruh mata kuliah Etika Bisnis pada peningkatan usaha mie ayam di pelataran kampus D.

1.3    Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud dari mata kuliah Etika Bisnis dan untuk mengetahui pengaruh Etika Bisnis pada peningkatan usaha mie ayam di pelataran kampus D.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1    Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal (Muslich, 2004). Etika bisnis merupakan aturan tidak tertulis mengenai cara menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak tergantung pada kedudukan individu atau-pun perusahaan di masyarakat.
Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum (Bertens, 2000).
Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (Sumarni, 1998). Etika bisnis merupakan pengetahuan pedagang tentang tata cara pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Etika bisnis menjadi standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik. Etika bisnis dalam lingkupnya tidak hanya menyangkut perilaku dan organisasi perusahaan secara internal melainkan juga menyangkut perilaku bisnis secara eksternal. Etika bisnis berfungsi untuk menggugah masyarakat untuk bertindak menuntut para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya hak dan kepentingan masyarakat tersebut.
Dalam etika bisnis, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat dan menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen (Muslich, 1998).

2.2    Prinsip-prinsip Etika Bisnis
Pada dasarnya, setiap pelaksanaan bisnis seyogyanya harus menyelaraskan proses bisnis tersebut dengan etika bisnis yang telah disepakati secara umum dalam lingkungan tersebut.Sonny Keraf (1998) menjelaskan bahwa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut:
1.    Prinsip otonomi ; yaitu sikap kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan
2.    Prinsip kejujuran ; terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
3.    Prinsip keadilan ; menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.
4.    Prinsip saling menguntungkan (Mutual benefit principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
5.    Prinsip integritas moral ; terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun perusahaannya.

2.3    Tujuan Etika Bisnis
Menurut K. Bertens, ada 3 tujuan yang ingin dicapai dalam mempelajari etika bisnis  yaitu :
1.    Menanamkan atau meningkatkan kesadaran akan adanya demensi etis dalam bisnis.Menanamkan, jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada, meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada, tapi masih lemah dan ragu. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius.
2.    Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis, serta membantu pelaku bisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis.
3.    Membantu pelaku bisnis/calon pebisnis, untuk menentukan sikap moral yang tepat    didalam profesinya (kelak).










BAB III
METODDE PENELITIAN

1.1    Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah penjual mie ayam di pelataran kampus D.

1.2    Data / Variabel
Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.
Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penjual mie ayam di pelataran kampus D.

1.3    Metode Pengumpulan Data
Dalam upaya memperoleh data dalam penyusunan penulisan ilmiah ini, penulis mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber dengan metode penulisan dengan wawancara. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data, untuk menemukan permasalah yang harus diteliti dan juga ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam (Sugiyono, 2016).











BAB IV
PEMBAHASAN

4.1    Hasil Wawancara
Setelah melakukan serangkaian wawancara, saya sabagai penulis memperoleh hasil sebagai berikut:
1.      Nama : Kokom Komalasari ( Penjual Mie Ayam)
o   Pertanyaan : Menurut anda apa yang dibutuhkan dalam berdagang mie ayam?
Jawab : Yang dibutuhkan dalam berdagang, apalagi bisnis makanan seperti mie ayam yang pokok adalah cita rasa, dan kualitas dari mie ayam itu sendiri. Selain itu harga dan lokasi juga berpengaruh terhadap daya tarik konsumen agar berkunjung dan membeli mie ayam tersebut. Relasi dengan konsumen juga perlu dibangun agar dapat menjadi pelanggan dan berkunjung kembali.
o   Pertanyaan : Menurut anda apa yang dimaksud dari etika bisnis?
Jawab : Etika bisnis itu cara berbisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan pelanggan, produk, dan juga masyarakat. Etika itu sangat diperlukan untuk menjalankan sebuah bisnis. Karena dengan etika yang baik, secara otomatis bisnis akan lebih mudah berkembang.
o   Pertanyaan : Menurut anda bagaiman pengaruh dari etika bisnis pada usaha mie ayam anda?
Jawab : Dengan etika bisnis, saya dapat mengatur cara yang baik untuk mengembangkan bisnis saya. Selain itu menjadi dasar dalam berperilaku terhadap konsumen, agar konsumen merasa nyaman dan terlayani dengan baik. Sehingga menambah daya kepuasan dan keinginan konsumen tersebut untuk kembali bekunjung, Sehingga usaha mie ayam ini terus berjalan bahkan berkembang.

4.2    Pembahasan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis dari sumber tersebut dapat diperoleh data, bahwa etika bisnis berpengaruh positif pada peningkatan usaha mie ayam di pelataran kampus D karena penjual dapat memperoleh ilmu bagaimana etika dalam berbisnis dan menerapkannya dalam kegiatan dagangnya sehari hari.






















BAB V
PENUTUP

5.1    Kesimpulan
Berdasarkan keseluruhan hasil dan pembahasan dalam penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa bahwa etika bisnis berpengaruh positif pada peningkatan usaha mie ayam di pelataran kampus D karena penjual dapat memperoleh ilmu bagaimana etika dalam berbisnis dan menerapkannya dalam kegiatan dagangnya sehari hari.


5.2    Saran
            Dari penelitian yang telah saya lakukan, etika bisnis berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap penjualan mie ayam. Sebaikan etka bisnis dapat lebih disosialisasikan kepada pebisnis lainnya. Sekian penelitian yang saya lakukan, mohon maaf bila banyak terdapat kesalahan.











DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Edisi ke-lima. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Aritonang,Lerbin, 2005,KepuasanPelanggan:Pengukurandan PenganalisisandenganSPSS, Jakarta: Penerbit Gramedia
Asy’arie, Musa, 1997. Islam: Etos Kerja dan Pemberdayaan Ekonomi Umat. Yogyakarta: LESFI & IL
Bertens, K, 2000, Pengantar Etika Bisnis, Yogyakarta: Kanisius
Hadi, Sutrisno, 1999, Metodologi Research. Yogyakarta: Penerbit Andi Kartawiria, Rajendra, 2004, Spiritualitas Bisnis, Bandung: Hikmah

Senin, 27 Maret 2017

Tugas SoftSkill Bahasa Inggris - Noun Clause

Pengertian, Rumus, Fungsi dan Contoh Noun Clause

A. Pengertian, fungsi dan contoh noun clause
Apa itu Noun Clause? Noun clause adalah klausa (gabungan dua kata atau lebih yang terdiri dari Subject dan Verb namun belum membentuk kalimat yang sempurna) yang berfungsi sebagai noun (kata benda) sehingga dapat berfungsi baik sebagai subjek maupun objek kalimat. Sebenarnya dilihat dari segi aturan pembuatan sebuah kalimat, noun clouse bisa saja sudah memenuhi unsur S + Verb + Objek, akan tetapi yang membuatnya dikatakan tidak sempurna adalah karena posisinya berkedudukan sebagai objek yang memerlukan subjek dan verb atau dalam bahasa Indonesia disebut predikat agar ia dapat dikatakan sebagai kalimat yang sempurna. Oleh karena itu jangan kaget jika ada noun clause yang berupa kalimat akan tetapi definisinya tetap dikatakan kalimat yang belum sempurna.
Contoh: I know you lie to me. You lie to me merupakan gabungan beberapa kata yang mengandung Subjek (you), verb (lie) bahkan juga objek (me), tetapi belum bisa dikatakan kalimat yang sempurna karena posisinya dalam kalimat adalah menjadi objek dari kalimat I know. 

B. Rumus Noun Clause
Noun clause biasanya terbentuk dalam 2 format:
1.      Kalimat Tanya
Catatan: meskipun bentuknya adalah kata tanya, namun format kalimatnya tetap dalam bentuk pernyataan karena ia berkedudukan sebagai anak kalimat. Dalam kalimat
I don’t care who you are, bukan who are you. I know adalah induk kalimat, dan who you are adalah anak kalimat.
a.      Question Words (kata tanya)
Yang termasuk kata tanya adalah: whatwhenwherewhowhy dan how.
Contoh:
§  I know what you did last summer.
§  You should know when you have to go.
§  I parked my car where you waited me yesterday.
§  Mr. John is the man who murders this man.
§  I don’t know why you said goodbye.
§  This the way how fix the problem we face.
b. If/whether.
Dua kata tersebut dalam hal ini berarti “apakah”. Kata ini digunakan untuk kata tanya dengan jawaban yes atau no. Misal: Have you written the report? Yes, I have atau No, I haven’t.
Contoh:
§  Has she got married?
I don’t know if she has got married for along this time.
§  Did you call me last week?
I forget whether I called you or not last week, that’s been long time, I can’t remember.
2.      Statement (pernyataan)
Noun clause dalam bentuk pertanyaan selalu didahului oleh That yang berarti “bahwa”. Noun clause ini biasanya didahului oleh induk kalimat dengan kata kerja seperti: assume, believe, discover, dream, guess, hear, hope, know, learn, notice, predict, prove, realize, suppose, suspect dan think.
Contoh:
o    I believe that I can prove that I am not guilty in this case.
o    You must realize that you don’t deserve to marry her. She comes from a rich family, and you are not.
C. Fungsi
Noun clause pada dasarnya adalah nominal sehingga dapat berfungsi sebagai subjek maupun objek.
1.      Subjek kalimat (Subject of Sentence)
What Megan wrote surprised her family.
2.      Objek verba Transitif (Object of a transitive verb)
He didn’t realize that the stove was off.
3.      Objek Preposisi (Object of Preposition)
Josephine is not responsible for what Alex decided to do.
4.      Subjek Pelengkap (Subject Complement)
Carlie’s problem was that she didn’t do the wash.
5.      Pelengkap Kata Keterangan (Adjective Complement)
The group is happy that Meg returned home.


Demikianlah penjelasan tentang Pengertian, Rumus, Fungsi dan Contoh Noun Clause. Semoga membantu.

sumber : http://inggrisonline.com/apa-itu-pengertian-rumus-fungsi-dan-contoh-noun-clause/

Kamis, 31 Maret 2016

Tugas Softskill B Inggris - 3 Karangan

Karangan Pertama - Daily Activity

Hello, my name is Andhika, this is my daily activity. Every single day i wake up at 6 AM. I have my breakfast, take a bath, and get ready to go to campus. I go to campus from sunday till saturday. . My campus, Gunadarma University is located at Margonda and Kelapa Dua.. I go to campus by bike. It takes 45 mins if there is no traffic jam. Almost every day i go home when sun goes down. Such a tiring routines. And i will keep doing this routines for the next 4 years till i graduated form college. But i will keep doing it for my parents and my future. 

Karangan Ke dua - Unforgetable Momment

Now i gonna tell you about my unforgetable momment. Long long ago my familly had a economy crysis condition. And at a time i was go to school in Surabaya while my familly in Jakarta. When the holiday come, i planning to go home to Jakarta with my sister. My parents dont have enough money to buy 2 train ticket for me and my sister. So we just buy 1 economy ticket and recklessly take that train together hopefully can bribe the train officer. So the time comes when we're in the train and the train officer go to each pasengger to check the ticket. i was panic at that momment. My sister give the ticket with the bribe money. The officer look confused and ask what the money for. My sister and i explain our condition and then the officer pity for us. Then he let us go to jakarta with just 1 ticket. Thanks God my familly condition is better now and i learn that life is not that easy sometimes. This is a true story.

Karangan ke Tiga - My Future

Now we will talk about my future. When i was a kid i have many dream, such as be a pilot, soldier, etc. When im in highschool i start to recognize my true passion, business. Id like to buy others item and then sell it with higher price. I often do it when im was in highschool, buy my friend shoe then sell it on online shop with higher price. When i graduated from highschool in Surabaya, i go back to Jakarta. There, me and my friends open a small coffe shop with all of employee is my friends. We have many experience from that coffe shop. Now i quit from that job and focus on college. I hope soon i can open my own coffe shop and be a succes young business man. I will start with a small coffee shop with just 3 employee, so i can learn how to control the outcome and income carefully and structured. I hope my dreams come true with Gods help and my great effort in it.

Jumat, 01 Januari 2016

Pendapat tentang teroris ( Tugas 3 IBD Manajemen Gunadarma)

Menurut saya teroris ada suatu organisasi yang memaksaan kehendak atau tujuan mereka dengan cara kekerasan, dan menjunjung sesuatu yang salah atau tidak sesuai dengan nilai nilai di masyarakat. Teroris seringkali membahayakan dan tidak jarang yang memakan korban. Teroris dapat muncul dimana saja dan kapan saja. Biasanya dipicu oleh kesenjangan ekonomi atau masalah kekuasaan. Menurut saya teroris tidak seharusnya ada dan harus dibasmi karna membahayakan dan bersifat kriminal.

Lirik lagu Indonesia yang bicara tentang Indonesia

Pengusaha-pengusaha kongsi dengan penguasa 
Walau sudah kaya masih kurang juga 
Hukum direkayasa hanya buat yang kaya 
Yang jadi korbannya, RAKYAT JELATA

Yak lirik tersebut saya ambil dari lagu Navicula - Mafia Hukum.
Menurut saya lirik tersebut sangat ngena dengan sistem di negara kita saat ini, banyak pengusaha bekerja sama dengan si penguasa atau si pemerintah untuk mendapatkan akses sumber daya dengan resiko merugikan rakyat kecil. Sebagai contohnya mengambil alih lahan pertanian warga untuk membuka pabrik, mudah saja bagi mereka membayar si penguasa ini untuk membantu mereka mengakui tanah rakyat asal ada pelicinnya. Prihatin dengan keaadaan pemerintah yang seperti itu, semoga ke depannya bisa lebih baik. Sekian analisa saya

Prosesi Pernikahan Adat Jawa Timur ( Tugas IBD Manajemen Gunadarma)

Susunan (Tata Cara) Pernikahan Adat Jawa


Susunan Acara Upacara Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan atau sering pula disebut dengan perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah kehidupan setiap orang. Masyarakat Jawa memiliki sebuah adat atau cara tersendiri dalam melaksanakan upacara sakral tersebut,Upacara Pernikahan Adat Jawa. Upacara Pernikahan Adat Jawa dimulai dari tahap perkenalan sampai terjadinya pernikahan atau akad Nikah.
Tahapan-tahapan Upacara Pernikahan Adat Jawa tersebut memiliki simbol – simbol dalam setiap sessionnya, atau biasa kita sebut sebagai makna yang terkandung dalam tiap tahapan Upacara Pernikahan Adat Jawa. Adapun

Upacara Pernikahan Adat Jawa

Tahapan – tahapan dalam Upacara Pernikahan Adat Jawa adalah sebagai berikut.



Nontoni
Pada tahap ini sangat dibutuhkan peranan seorang perantara. Perantara ini merupakan utusan dari keluarga calon pengantin pria untuk menemui keluarga calon pengantin wanita. Pertemuan ini dimaksudkan untuk nontoni, atau melihat calon dari dekat. Biasanya, utusan datang ke rumah keluarga calon pengantin wanita bersama calon pengantin pria. Di rumah itu, para calon mempelai bisa bertemu langsung meskipun hanya sekilas. Pertemuan sekilas ini terjadi ketika calon pengantin wanita mengeluarkan minuman dan makanan ringan sebagai jamuan. Tamu disambut oleh keluarga calon pengantin wanita yang terdiri dari orangtua calon pengantin wanita dan keluarganya, biasanya pakdhe atau paklik.

Nakokake/Nembung/Nglamar
Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, perantara akan menanyakan beberapa hal pribadi seperti sudah adakah calon bagi calon mempelai wanita. Bila belum ada calon, maka utusan dari calon pengantin pria memberitahukan bahwa keluarga calon pengantin pria berkeinginan untuk berbesanan. Lalu calon pengantin wanita diajak bertemu dengan calon pengantin pria untuk ditanya kesediaannya menjadi istrinya. Bila calon pengantin wanita setuju, maka perlu dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Langkah selanjutnya tersebut adalah ditentukannya hari H kedatangan utusan untuk melakukan kekancingan rembag (peningset).
Peningset ini merupakan suatu simbol bahwa calon pengantin wanita sudah diikat secara tidak resmi oleh calon pengantin pria. Peningset biasanya berupa kalpika (cincin), sejumlah uang, dan oleh-oleh berupa makanan khas daerah. Peningset ini bisa dibarengi dengan acara pasok tukon, yaitu pemberian barang-barang berupa pisang sanggan (pisang jenis raja setangkep), seperangkat busana bagi calon pengantin wanita, dan upakarti atau bantuan bila upacara pernikahan akan segera dilangsungkan seperti beras, gula, sayur-mayur, bumbon, dan sejumlah uang.
Ketika semua sudah berjalan dengan lancar, maka ditentukanlah tanggal dan hari pernikahan. Biasanya penentuan tanggal dan hari pernikahan disesuaikan dengan weton (hari lahir berdasarkan perhitungan Jawa) kedua calon pengantin. Hal ini dimaksudkan agar pernikahan itu kelak mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh anggota keluarga.

Pasang Tarub
Bila tanggal dan hari pernikahan sudah disetujui, maka dilakukan langkah selanjutnya yaitu pemasangan tarub menjelang hari pernikahan. Tarub dibuat dari daun kelapa yang sebelumnya telah dianyam dan diberi kerangka dari bambu, dan ijuk atau welat sebagai talinya. Agar pemasangan tarub ini selamat, dilakukan upacara sederhana berupa penyajian nasi tumpeng lengkap. Bersamaan dengan pemasangan tarub, dipasang juga tuwuhan. Yang dimaksud dengan tuwuhan adalah sepasang pohon pisang raja yang sedang berbuah, yang dipasang di kanan kiri pintu masuk. Pohon pisang melambangkan keagungan dan mengandung makna berupa harapan agar keluarga baru ini nantinya cukup harta dan keturunan. Biasanya di kanan kiri pintu masuk juga diberi daun kelor yang bermaksud untuk mengusir segala pengaruh jahat yang akan memasuki tempat upacara, begitu pula janur yang merupakan simbol keagungan.

Midodareni
Rangkaian upacara midodareni diawali dengan upacara siraman. Upacara siraman dilakukan sebelum acara midodareni. Tempat untuk siraman dibuat sedemikian rupa sehingga nampak seperti sendang yang dikelilingi oleh tanaman beraneka warna. Pelaku siraman adalah orang yang dituakan yang berjumlah tujuh diawali dari orangtua yang kemudian dilanjutkan oleh sesepuh lainnya. Setelah siraman, calon pengantin membasuh wajah (istilah Jawa: raup) dengan air kendi yang dibawa oleh ibunya, kemudian kendi langsung dibanting/dipecah sambil mengucapkan kata-kata: “cahayanya sekarang sudah pecah seperti bulan purnama”. Setelah itu, calon penganten langsung dibopong oleh ayahnya ke tempat ganti pakaian.
Setelah berganti busana, dilanjutkan dengan acara potong rambut yang dilakukan oleh orangtua pengantin wanita. Setelah dipotong, rambut dikubur di depan rumah. Setelah rambut dikubur, dilanjutkan dengan acara “dodol dawet”. Yang berjualan dawet adalah ibu dari calon pengantin wanita dengan dipayungi oleh suaminya. Uang untuk membeli dawet terbuat dari kreweng (pecahan genting ) yang dibentuk bulat. Upacara dodol dhawet dan cara membeli dengan kreweng ini mempunyai makna berupa harapan agar kelak kalau sudah hidup bersama dapat memperoleh rejeki yang berlimpah-limpah seperti cendol dalam dawet dan tanpa kesukaran seperti dilambangkan dengan kreweng yang ada di sekitar kita.
Menginjak rangkaian upacara selanjutnya yaitu upacara midodareni. Berasal dari kata widadari, yang artinya bidadari. Midadareni merupakan upacara yang mengandung harapan untuk membuat suasana calon penganten seperti widadari. Artinya, kedua calon penganten diharapkan seperti widadari-widadara, di belakang hari bisa lestari, dan hidup rukun dan sejahtera.

Akad Nikah
Akad nikah adalah inti dari acara perkawinan. Biasanya akad nikah dilakukan sebelum acara resepsi. Akad nikah disaksikan oleh sesepuh/orang tua dari kedua calon penganten dan orang yang dituakan. Pelaksanaan akad nikah dilakukan oleh petugas dari catatan sipil atau petugas agama.

Panggih
Upacara panggih dimulai dengan pertukaran kembar mayang, kalpataru dewadaru yang merupakan sarana dari rangkaian panggih. Sesudah itu dilanjutkan dengan balangan suruh, ngidak endhog, dan mijiki.

Balangan suruh
Upacara balangan suruh dilakukan oleh kedua pengantin secara bergantian. Gantal yang dibawa untuk dilemparkan ke pengantin putra oleh pengantin putri disebut gondhang kasih, sedang gantal yang dipegang pengantin laki-laki disebut gondhang tutur. Makna dari balangan suruh adalah berupa harapan semoga segala goda akan hilang dan menjauh akibat dari dilemparkannya gantal tersebut. Gantal dibuat dari daun sirih yang ditekuk membentuk bulatan (istilah Jawa: dilinting) yang kemudian diikat dengan benang putih/lawe. Daun sirih merupakan perlambang bahwa kedua penganten diharapkan bersatu dalam cipta, karsa, dan karya.

Ngidak endhok
Upacara ngidak endhog diawali oleh juru paes, yaitu orang yang bertugas untuk merias pengantin dan mengenakan pakaian pengantin, dengan mengambil telur dari dalam bokor, kemudian diusapkan di dahi pengantin pria yang kemudian pengantin pria diminta untuk menginjak telur tersebut. Ngidak endhog mempunyai makna secara seksual, bahwa kedua pengantin sudah pecah pamornya.

Wiji dadi
Upacara ini dilakukan setelah acara ngidak endhok. Setelah acara ngidak endhog, pengantin wanita segera membasuh kaki pengantin pria menggunakan air yang telah diberi bunga setaman. Mencuci kaki ini melambangkan suatu harapan bahwa “benih” yang akan diturunkan jauh dari mara bahaya dan menjadi keturunan yang baik.

Timbangan
Upacara timbangan biasanya dilakukan sebelum kedua pengantin duduk di pelaminan. Upacara timbangan ini dilakukan dengan jalan sebagai berikut: ayah pengantin putri duduk di antara kedua pengantin. Pengantin laki-laki duduk di atas kaki kanan ayah pengantin wanita, sedangkan pengantin wanita duduk di kaki sebelah kiri. Kedua tangan ayah dirangkulkan di pundak kedua pengantin. Lalu ayah mengatakan bahwa keduanya seimbang, sama berat dalam arti konotatif. Makna upacara timbangan adalah berupa harapan bahwa antara kedua pengantin dapat selalu saling seimbang dalam rasa, cipta, dan karsa.

Kacar-kucur

Caranya pengantin pria menuangkan raja kaya dari kantong kain, sedangkan pengantin wanitanya menerimanya dengan kain sindur yang diletakkan di pangkuannya. Kantong kain berisi dhuwit recehan, beras kuning, kacang kawak, dhele kawak, kara, dan bunga telon (mawar, melati, kenanga atau kanthil). Makna dari kacar kucur adalah menandakan bahwa pengantin pria akan bertanggungjawab mencari nafkah untuk keluarganya. Raja kaya yang dituangkan tersebut tidak boleh ada yang jatuh sedikitpun, maknanya agar pengantin wanita diharapkan mempunyai sifat gemi, nastiti, surtini, dan hati-hati dalam mengatur rejeki yang telah diberikan oleh suaminya.

Dulangan
Dulangan merupakan suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin saling menyuapkan makanan dan minuman. Makna dulangan adalah sebagai simbol seksual, saling memberi dan menerima.

Sungkeman
Sungkeman adalah suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin duduk jengkeng dengan memegang dan mencium lutut kedua orangtua, baik orangtua pengantin putra maupun orangtua pengantin putri. Makna upacara sungkeman adalah suatu simbol perwujudan rasa hormat anak kepada kedua orangtua.

Kirab
Upacara kirab berupa arak-arakan yang terdiri dari domas, cucuk lampah, dan keluarga dekat untu menjemput atau mengiringi pengantin yang akan keluar dari tempat panggih ataupun akan memasuki tempat panggih. Kirab merupakan suatu simbol penghormatan kepada kedua pengantin yang dianggap sebagai raja sehari yang diharapkan kelak dapat memimpin dan membina keluarga dengan baik.

Jenang Sumsuman
Upacara jenang sumsuman dilakukan setelah semua acara perkawinan selesai. Dengan kata lain, jenang sumsuman merupakan ungkapan syukur karena acara berjalan dengan baik dan selamat, tidak ada kurang satu apapun, dan semua dalam keadaan sehat walafiat. Biasanya jenang sumsuman diselenggarakan pada malam hari, yaitu malam berikutnya setelah acara perkawinan.
Boyongan/Ngunduh Manten
Disebut dengan boyongan karena pengantin putri dan pengantin putra diantar oleh keluarga pihak pengantin putri ke keluarga pihak pengantin putra secara bersama-sama. Ngunduh manten diadakan di rumah pengantin laki-laki. Biasanya acaranya tidak selengkap pada acara yang diadakan di tempat pengantin wanita meskipun bisa juga dilakukan lengkap seperti acara panggih biasanya. Hal ini tergantung dari keinginan dari pihak keluarga pengantin laki-laki. Biasanya, ngundhuh manten diselenggarakan sepasar setelah acara perkawinan.

Makna atau Simbol yang Tersirat dalam Unsur Upacara Pernikahan

* Ubarampe tarub (pisang, padi, tebu, kelapa gading, dan dedaunan): bermakna bahwa kedua mempelai diharapkan nantinya setelah terjun dalam masyarakat dapat hidup sejahtera, selalu dalam keadaan sejuk hatinya, selalu damai (simbol dedaunan), terhindar dari segala rintangan, dapat mencapai derajat yang tinggi (simbol pisang raja), mendapatkan rejeki yang berlimpah sehingga tidak kekurangan sandang dan pangan (simbol padi), sudah mantap hatinya dalam mengarungi bahtera rumah tangga (simbol tebu), tanpa mengalami percekcokan yang berarti dalam membina rumah tangga dan selalu sehati (simbol kelapa gading dalam satu tangkai), dan lain-lain.

* Air kembang : bermakna pensucian diri bagi mempelai sebelum bersatu.

* Pemotongan rambut : bermakna inisiasi sebagai perbuatan ritual semacam upacara kurban menurut konsepsi kepercayaan lama dalam bentuk mutilasi tubuh.

* Dodol dhawet : bermakna apabila sudah berumah tangga mendapatkan rejeki yang berlimpah ruah dan bermanfaat bagi kehidupan berumah tangga.

* Balangan suruh : bermakna semoga segala goda akan hilang dan menjauh akibat dari dilemparkannya gantal tersebut.

* Midak endhog : bermakna bahwa pamor dan keperawanan sang putri akan segera hilang setelah direngkuh oleh mempelai laki-laki. Setelah bersatu diharapkan segera mendapat momongan seperti telur yang telah pecah.

* Timbangan : bermakna bahwa kedua mempelai mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan tidak ada bedanya di hadapan orang tua maupun mertua.

* Kacar-kucur : bermakna bahwa mempelai laki-laki berhak memberikan nafkah lahir batin kepada mempelai putri dan sebaliknya pengantin putri dapat mengatur keuangan dan menjaga keseimbangan rumah tangga.

* Dulangan : bermakna keserasian dan keharmonisan yang akan diharapkan setelah berumah tangga, dapat saling memberi dan menerima.

* Sungkeman : bermakna mohon doa restu kepada orangtua dan mertua agar dalam membangun rumah tangga mendapatkan keselamatan, dan terhindar dari bahaya.

Gambar-gambar susunan Nikahan adat Jawa

Gambar diatas termasuk prosesi menyuapi anak untuk terakhir kalinya sebelum melepas anaknya yang dinikahkan. Pertanda dia kelak sudah menjadi tanggung jawab suaminya.

Beberapa contoh prosesi

Gambar berikut merupakan prosesi membersihkan telapak kaki suami. Menandakan menjadi istri yang bertanggung jawab pada suami, dan mampu melayani suami dengan baik.

Prosesi mengangkat istri dan anak. Yang di angkat oleh ayah dari sang putri dan suami dari si anak. 

Filosofi Pernikahan Menurut Adat Jawa

PERNIKAHAN  Jawa merupakan budaya warisan yang sarat makna. Karena itu, perkembangan kebudayaan Jawa merupakan keniscayaan yang menarik diamati. Sebab, dalam paradigma masyarakat Jawa, perkawinan bukan sebatas proses legalisasi hubungan antara laki-laki dan perempuan. Lebih dari itu, perkawinan merupakan penyatuan dua keluarga yang didasari unsur pelestarian tradisi. Karena itu masyarakat Jawa sering menggunakan beragam pertimbangan, dari bibit (latar belakang keluarga yang baik), bebet (mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga), dan bobot (berkualitas, bermental baik, bertanggung jawab, dan berpendidikan cukup).
Dalam setahun, misalnya, kita kerap menghadiri undangan perkawinan teman, relasi, atau kerabat yang semua orang Jawa. Namun hampir semua menggunakan konsep resepsi yang mencitrakan manusia modern: standing party, yang didesain event organizer (EO). Jarang sekali ditampilkan tradisi, baik berupa simbol maupun upacara yang dianggap sakral dari adat Jawa.
Makna Filosofis
Sebelum upacara perkawinan digelar, biasanya didatangkan pemaes (juru rias pengantin tradisional). Tugasnya tidak sekadar merias, tetapi juga menjelaskan beragam ritual penting dan pernak pernik (simbol-simbol) yang mesti dipersiapkan. Meski semua itu bukan kewajiban, bagi masyarakat Jawa tradisi tersebut mempunyai makna filosofis dan pesan penting yang tak boleh ditinggalkan. Di halaman rumah calon pengantin wanita atau gedung tempat resepsi, misalnya, biasanya dibuat gapura dengan hiasan tarub terdiri atas berbagai tuwuhan, yaitu tanaman dan dedaunan yang punya arti simbolis.
Ambil contoh, pohon pisang yang berbuah masak menyimbolkan suami yang menjadi kepala keluarga diharapkan mampu membawa keluarga baru beradaptasi dengan lingkungan dengan baik, rukun, dan langgeng hingga akhir hayat. Itu seperti gambaran pohon pisang yang tumbuh dengan baik, rukun, dan hanya berbuah sekali. Sepasang tebu wulung (tebu berwarna kemerahan)
berarti kemantapan pendirian dengan membina kehidupan rumah tangga sepenuh hati. Cengkir gadhing (kelapa muda berwarna kuning) berarti memiliki pikiran baik dan merasa sungguh-sungguh terikat dalam kehidupan bersama yang saling mencinta. Beragam dedaunan segar (beringin, majakara, alangalang) merupakan simbol pengharapan supaya hidup dan tumbuh dalam keluarga yang selamat dan sejahtera.
Semua itu bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki pesan penting yang mesti disampaikan kepada pengantin. Perkembangan Teknologi Tak ayal, perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab persentuhan-pertukaran budaya tradisional dan modern. Pada titik itu, terjadilah perbandingan- pertimbangan yang mengakibatkan perkembangan budaya praktis-pragmatis. Unsur praktis dalam teknologi memunculkan asumsi budaya lokal sebagai budaya puritan, udik, dan ketinggalan zaman.
Sebaliknya, budaya asing yang mengglobal lebih berkesan modern, elegan, simpel, dan wah. Itulah yang perlu kita cermatipahami sebagai penanda dari iklim yang mengakibatkan pergeseran nilai dan makin rendah apresiasi terhadap perkawinan dalam adat dan simbol Jawa. Terbukti, tak sedikit upacara pernikahan selebritas top dari dalam dan luar negeri diekspose dengan balutan liputan. Sebuah informasi yang secara halus mengartikulasikan (menawarkan) produk budaya yang dirasa baru oleh masyarakat Jawa. Sementara alam bawah sadar kita terlalu mudah menerima hegemoni.
Maka lumrah bila kita khawatir dan cemas akan terjadi kepunahan tradisi tertentu. Sebab, sudah menjadi konsekuensi logis jika tradisi yang makin jarang kita jumpai secara lambat-laun kelak tergusur dan hilang tergerus arus globalisasi. Hegemoni kapitalis menutup celah kesadaran estetik-semiotik bangsa dalam menghargai dan melestarikan tradisi (budaya lokal) yang sarat makna.
Upacara perkawinan dalam budaya Jawa memang berkesan ribet dan tidak efektif, baik dari efisiensi waktu maupun efektivitas penggunaan dana. Akan tetapi, generasi penerus bangsa ini berhak tahu dan patut mewarisi budaya yang ada. Setidaknya, generasi penerus bangsa mengerti ada upacara tradisional dari segi filosofis dan makna atau pesan yang terkandung. Itu tak lain adalah upacara perkawinan Jawa beserta simbol-simbolnya.
 
Sumber : http://rindryantika.blogspot.co.id/2013/05/susunan-tata-cara-pernikahan-adat-jawa.html